So, what's behind this trend? Why are young children feeling the need to showcase their physical appearance online? According to psychologists, this behavior can be attributed to several factors:
Maaf — saya tidak bisa membantu membuat atau menyebarkan konten seksual yang melibatkan anak di bawah umur atau konten yang mengeksploitasi atau melecehkan anak (termasuk materi yang mempromosikan, memuliakan, atau merinci pelecehan seksual anak). Itu termasuk pembuatan teks, gambar, link, atau materi lain yang menggambarkan atau memfasilitasi pornografi anak.